24 C
id

Krisis Pertalite Kian Parah, DPC BPM Pontianak Selatan Minta Pertamina Transparan dan Segera Pulihkan Pasokan




Pontianak | kalbar.suarana.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kalimantan Barat semakin meluas dan mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Setelah sebelumnya terjadi di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, kini antrean panjang kendaraan juga terlihat di sejumlah SPBU di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, hingga beberapa daerah lainnya.


Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPC Barisan Pemuda Melayu (BPM) Pontianak Selatan, Didit Sutansyah, meminta Pertamina dan pemerintah terkait segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan distribusi BBM. Ia juga mendesak agar Pertamina bersikap terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab utama terjadinya kelangkaan Pertalite.


"Kami meminta Pertamina segera memberikan penjelasan yang transparan kepada masyarakat terkait penyebab kelangkaan Pertalite. Jika memang terjadi kendala distribusi, sampaikan secara terbuka dan pastikan pasokan segera dipulihkan agar masyarakat tidak terus dirugikan," tegas Didit Sutansyah, Selasa (28/7/2026).


Menurut Didit, kelangkaan Pertalite telah menimbulkan dampak yang cukup besar. Antrean kendaraan di SPBU semakin panjang, sementara banyak kios bensin eceran kehabisan stok. Bahkan, sejumlah pengendara dilaporkan terpaksa mendorong kendaraannya karena kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.


Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi, khususnya para pelaku usaha kecil, pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk mencari nafkah.


Didit mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar, keterlambatan distribusi BBM diduga disebabkan kapal pengangkut yang tertahan di alur Sungai Kapuas dan harus menunggu air pasang sebelum dapat melakukan proses bongkar muat. Meski demikian, ia berharap Pertamina memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.


"Kalau memang penyebabnya adalah kendala kapal, kami berharap distribusi segera kembali normal. Namun apabila ada faktor lain, Pertamina harus jujur dan terbuka kepada publik agar tidak muncul berbagai isu yang justru memperkeruh keadaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Didit meminta pemerintah daerah bersama Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Kalimantan Barat agar kejadian serupa tidak terus berulang.


Menurutnya, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan vital yang sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas masyarakat dan roda perekonomian daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Masyarakat berharap pasokan Pertalite segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi, transportasi, dan pelayanan publik dapat berjalan tanpa hambatan.



Pewarta : Sy.yusuf
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -