BERITA UTAMA
BPM
BUDAYA
0
Barisan Pemuda Melayu Meriahkan Dentuman Meriam Karbit Malam Idulfitri 1 Syawal 1447 H
Pontianak | kalbar.suarana.com - Malam Idul fitri 1 Syawal 1447 H di Kota Pontianak berlangsung semarak dan penuh suka cita. Dentuman meriam karbit yang menggelegar di sepanjang tepian Sungai Kapuas kembali menghidupkan Festival Meriam Karbit Pontianak, tradisi turun-temurun yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Di tengah kemeriahan tersebut, Barisan Pemuda Melayu yang diketuai Gusti Edi tampil sebagai salah satu elemen yang turut menyemarakkan suasana. Dengan penuh semangat dan kebersamaan, para pemuda terlibat aktif sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, mulai dari menyiapkan meriam, mengatur jalannya kegiatan, hingga ikut serta dalam permainan meriam karbit.
Sejak magrib , masyarakat telah memadati kawasan sepanjang tepian sungai kapuas untuk menyaksikan langsung tradisi yang hanya hadir setahun sekali ini. Suara dentuman yang keras berpadu dengan cahaya api dari ujung meriam menciptakan pemandangan yang spektakuler. Sorak-sorai masyarakat menambah hangatnya suasana malam kemenangan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kapolresta Pontianak, serta Dandim Kota Pontianak. Kehadiran para pimpinan daerah dan aparat keamanan tersebut menjadi bukti dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya Barisan Pemuda Melayu yang dinilai konsisten menjaga warisan budaya.
“Meriam karbit adalah identitas budaya Pontianak. Keterlibatan generasi muda seperti Barisan Pemuda Melayu menjadi kunci agar tradisi ini terus hidup dan berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI berlangsung maksimal, sehingga masyarakat dapat menikmati jalannya festival dengan rasa aman dan nyaman. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadikan perayaan tahun ini berjalan lancar dan penuh kebersamaan.
Festival Meriam Karbit tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Partisipasi aktif Barisan Pemuda Melayu menjadi simbol kuat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah.
Dentuman meriam karbit yang terus menggema di malam 1 Syawal 1447 H menjadi penanda suka cita Idulfitri yang penuh makna di Kota Pontianak—sebuah tradisi yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan.
Pewarta : Syarif Yusuf
Via
BERITA UTAMA

