24 C
id

Permainan Tradisional Tergerus Teknologi, Anak Lebih Pilih HP


                         Gambar ilustrasi


Pontianak | kalbar.suarana.com - Perubahan gaya hidup anak-anak sekarang  menjadi perhatian banyak pihak, terutama dalam hal permainan tradisional yang semakin ditinggalkan. Permainan seperti congklak, petak umpet, gobak sodor, dan kelereng kini jarang terlihat dimainkan oleh anak-anak di berbagai daerah. Kehadiran teknologi seperti ponsel pintar (HP) dianggap menjadi penyebab utama.


Menurut Neli, seorang ibu rumah tangga di Pontianak, anak-anaknya lebih sering bermain game online dibandingkan bermain di luar bersama teman-temannya. “Mereka bilang lebih seru main di HP. Padahal dulu saya dan teman-teman suka main lompat tali atau kelereng,”  


Permainan tradisional bukan hanya hiburan, tetapi juga cara untuk melatih kerja sama, kreativitas, dan ketahanan fisik. Ketergantungan pada gadget bisa membatasi kemampuan ini,” jelasnya.


Salah  langkah untuk melestarikan permainan tradisional Salah satunya melalui festival permainan rakyat dan pengenalan permainan tradisional di sekolah. Namun, upaya ini masih membutuhkan dukungan lebih besar dari keluarga dan masyarakat.


Dengan maraknya teknologi, penting bagi orang tua untuk menyeimbangkan penggunaan HP dengan aktivitas fisik dan permainan tradisional agar nilai-nilai budaya tetap terjaga dan generasi muda dapat tumbuh dengan sehat secara fisik dan mental.



Pewarta : Mansyur

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru
Advertisement
- Advertisment -
⚠️ Peringatan Plagiarisme
Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Dukung jurnalisme independen bersama Suarana.com untuk terus menghadirkan berita berkualitas.

👉 Klik di sini untuk mendukung